Archive for Agustus, 2008

Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet

Agustus 5, 2008

Onno W. Purbo

 

Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata & pikiran;  memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi terakhir sebagai pengganti koran.

 

Bagi anda yang mempunyai waktu yang sempit saya yakin tidak mungkin menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan surfing di Internet. Kita perlu menggunakan metoda / pola yang baik supaya bisa memperoleh informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat. Satu hal yang perlu di pegang erat-erat pada saat kita surfing adalah menentukan dengan sangat jelas niat / tujuan utama pada saat surfing tersebut –  apa yang akan kita cari? Pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit tip & trik jika kebetulan niat anda adalah mencari ilmu di Internet.

 

Untuk menghemat waktu & pulsa biasanya saya surfing pada pukul 4-6 pagi (subuh); pada saat itu tidak banyak orang yang menggunakan Internet sehingga pengambilan informasi dari Internet dapat dilakukan dengan cepat & effisien. Teknik-teknik untuk melakukan sinkronisasi menggunakan browser yang kita gunakan (seperti Internet Explorer) ada baiknya di kuasai supaya tidak menghabiskan waktu / pulsa untuk membaca informasi tersebut akan tetapi cukup mendownload semua informasi tersebut ke PC yang kita gunakan & membaca-nya kemudian secara off-line pada saat telepon kita putuskan. Teknik sinkronisasi pernah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya; dan sangat penting untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah situs-nya di temukan.

(more…)

Bermarkas di Kafe, Sebarkan Informasi Tentang Islam

Agustus 2, 2008

Hampir setiap malam mereka nongkrong di sebuah kafe di Dearborn, Michigan. Tak mengherankan kalau orang yang tidak kenal akan mengira mereka adalah anak muda berusia 20-an tahun yang tidak tahu cara menghabiskan waktu dengan baik.

Tapi jangan salah, mereka adalah 30 pemuda-pemudi Muslim yang berkumpul selama 30 hari untuk melayani masyarakat, bukan sekadar kongkow. Kelompok yang menyebut diri 30/30 ini punya agenda mulia, yaitu membantu para remaja di komunitas mereka menghadapi penyakit sosial seperti ketergantungan pada narkotika dan alkohol. Mereka juga mengajar orang-orang di luar komunitas itu soal keyakinan mereka, Islam.

Dari obrolan sambil minum kopi itu muncullah sejumlah gagasan cemerlang. Di antaranya, membentuk tim pendampingan dan konseling untuk siswa SMA, mengadakan latihan kepemimpinan untuk pemuda, dan merancang brosur yang menjelaskan praktik-praktik dalam ajaran Islam, seperti mengenakan jilbab bagi perempuan.

(more…)

Berdoa dengan ber-Tawasul

Agustus 2, 2008

Berdoa dengan ber-Tawasul adalah meminta kepada Tuhan dengan “perantaraan”. Tawasul secara umum ada 2 jenis ; tawasul yang sifatnya lahiriah dan maknawiyah ( ruhani ).

Yang lahiriah contohnya : Kita minta tolong pada dokter untuk menyembuhkan sakit kita, dst.
Yang maknawiyah contohnya : Kita minta pada Tuhan dengan berkat guru yang bertaqwa kita supaya dimudahkan beribadah, dst.

Berdoa bertawasul adalah meminta menggunakan perantaraan yang memiliki kelebihan dibandingkan kita. Misalnya dokter, jelas dia ada ilmu tentang sakit dibandingkan kita. Lalu tawasul kepada wali Allah, jelas mereka itu lebih dekat kepada Allah dan lebih makbul doanya. Tawassul ibaratnya surat rekomendasi.

Tawasul adalah perkara syariat, bukan akidah. Syariat ini akan jadi sesat atau syirik jika akidahnya ( iktikadnya, atau keyakinannya ) salah.

Misalnya : kita minta tolong pada Dokter, kalau kita saat itu berkeyakinan bahwa dokter yang dapat menyembuhkan, maka sudah jatuh SYIRIK. Dokter hanya sebagai perantaraan yang Tuhan berikan untuk kesembuhan sakit kita. Iktikad kita mestinya tetap, bahwa yang punya Kuasa Menyembuhkan adalah ALLAH.

Begitu juga kiasan pada hal2 tawasul yang lain baik lahiriah maupun maknawiyah.

Sebetulnya seluruh hidup kita tidak terlepas dari Tawasul, kita ingin kenyang maka kita tawassul dengan nasi, namun bukan nasi yang mengeyangkan melainkan Allah yang memberi kenyang, dst..
Boleh dikiaskan pada hal2 lain…

http://kawansejati.ee.itb.ac.id/tawasul